Tentang Hidup mentari
Pagi itu terasa berbeda,
Kehidupan baru, terlahir kembali.
Tak banyak kata yang dapat terucap,
Senyum di sudut bibirnya dapat mewakili perasaannya
Seperti itulah rasa ketika pagi menjelma.
Embun pagi menyapanya,
Satria pagi memanggilnya
Sendu pagi membangunkannya
Seperti itulah pagi menyambutnya.
Bila Panas mulai terasa,
maka datanglah sang perih,
membasahi diri, melukai hati.
menciptakan Perasaan yang baru ia rasakan
Namun bila senja mulai menampakkan dirinya
Gelap, sunyi, hilang,
bagai di telan massa.
Saatnya untuk memejamkan mata,
Memberi waktu dan kesempatan
bagi sang rembulan dan rekannya si kaki lima
untuk mencicipi kehidupan yang megah ini.
By : Sera Mutia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar