KOPERASI, NASIBMU KINI......
Nama : Sera Mutia
NPM : 28213404
Kelas : 2 eb 22
NPM : 28213404
Kelas : 2 eb 22
PERMASALAHAN
Di
Indonesia Kopperasi menjadi salah satu unit ekonomi yang mempunyai peran besar dalamm memakmurkan
negara walaupun di Indonesia perkembangan koperasi maju, namun tidak sepesat perkembangan Koperasi di
negara negara maju.
Pangsa koperasi dalam berbagai kegiatan ekonomi masih relatif kecil, dan
ketergantungan koperasi terhadap bantuan dan perkuatan dari pihak luar,
terutama Pemerintah, masih sangat besar. Koperasi
juga merupakan perkumpulan orang atau badan hukum bukan perkumpulan modal.
Koperasi hanya akan berhasil jika manajemennya bersifat terbuka/transparan dan
benar-benar partisipatif. Koperasi di Indonesia mengalami penurunan presentase
tiap tahunnya, penurunan ini di sebabkan dari berbagai aspek, dari internal
maupun eksternal koperasi. Oleh karena itu tidak heran kenapa peran koperasi di
dalam perekonomian Indonesia masih sering dipertanyakan dan selalu menjadi
bahan perdebatan karena tidak jarang koperasi dimanfaatkan di luar
kepentingan generiknya. Lalu Bagaimana cara agar koperasi dapat maju dan
berkembang di negara berkembang tepatnya di Indonesia ?
ANALISA
Koperasi
di Indonesia setelah lebih dari 50 tahun keberadaannya, lembaga
yang namanya koperasi yang diharapkan menjadi pilar atau soko guru
perekonomian nasional yang dapat diartikan bahwa koperasi sebagai pilar atau penyangga utama atau tulang
punggung perekonomian. Dengan demikian koperasi diperankan dan
difungsikan sebagai pilar utama dalam sistem perekonomian nasional. Keberadaannyapun
diharapkan dapat banyak berperan aktif dalam mewujudkan kesejahteraan dan
kemakmuran rakyat.
Koperasi
pada saat itu dijadikan sebagai sokoguru perekonomian nasional karena:
1) Koperasi mendidik sikap self-helping.
2) Koperasi mempunyai sifat kemasyarakatan, di
mana kepentingan masyarakat harus lebih diutamakan daripada kepentingan
dri atau golongan sendiri.
3) Koperasi digali dan dikembangkan dari budaya
asli bangsa Indonesia.
4) Koperasi menentang segala paham yang berbau
individualisme dan kapitalisme.
Namun pada kenyataannyasaat ini kita dan masih banyak para pelaku ekonomi
melakukan kegiatan ekonomi yg bersifat individualis. Bahkan tidak sedikit dalam
melakukan suatu usaha atau bisnis yang hanya
mementingkan keperluan pribadi. itu sangat bertentangan dengan asas koperasi
yaitu kekeluargaan. sistem asas kekeluargaan ini sangat cocok dengan corak
budaya indonesia dalam melakukan pembangunan ekonomi, yang intinya saling
membantu gotong royong dan dikerjakan bersama sama.
Ada 2 faktor yang mengakibatkan kemunduran
koperasi diIndonesia sebagai soko guru perekonomian yaitu
Faktor
Internal
- Kebanyakan
pengurus koperasi telah lanjut usia sehingga kapasitasnya terbatas;
- Pengurus
koperasi juga tokoh dalam masyarakat, sehingga “rangkap jabatan” ini
menimbulkan akibat bahwa fokus perhatiannya terhadap pengelolaan koperasi
berkurang sehingga kurang menyadari adanya perubahan-perubahan lingkungan;
- Bahwa
ketidakpercayaan anggota koperasi menimbulkan kesulitan dalam memulihkannya;
- Oleh karena terbatasnya dana maka tidak
dilakukan usaha pemeliharaan fasilitas (mesin-mesin), padahal teknologi
berkembang pesat; hal ini mengakibatkan harga pokok yang relatif tinggi
sehingga mengurangi kekuatan bersaing koperasi;
- Administrasi kegiatan-kegiatan belum memenuhi
standar tertentu sehingga menyediakan data untuk pengambilan keputusan tidak
lengkap; demikian pula data statistis kebanyakan kurang memenuhi kebutuhan;
- Kebanyakan anggota kurang solidaritas untuk
berkoperasi di lain pihak anggota banyak berhutang kepada koperasi;
- Dengan modal usaha yang relatif kecil maka
volume usaha terbatas; akan tetapi bila ingin memperbesar volume kegiatan,
keterampilan yang dimiliki tidak mampu menanggulangi usaha besar-besaran; juga
karena insentif rendah sehingga orang tidak tergerak hatinya menjalankan usaha
besar yang kompleks.
Faktor Eksternal
- Bertambahnya persaingan dari badan usaha yang lain
yang secara bebas memasuki bidang usaha yang sedang ditangani oleh koperasi;
- Karena
dicabutnya fasilitas-fasilitas tertentu koperasi tidak dapat lagi menjalankan
usahanya dengan baik, misalnya usaha penyaluran pupuk yang pada waktu lalu
disalurkan oleh koperasi melalui koperta sekarang tidak lagi sehingga terpaksa
mencari sendiri.
- Tanggapan
masyarakat sendiri terhadap koperasi; karena kegagalan koperasi pada waktu yang
lalu tanpa adanya pertanggungjawaban kepada masyarakat yang menimbulkan ketidakpercayaan
pada masyarakat tentang pengelolaan koperasi;
- Tingkat
harga yang selalu berubah (naik) sehingga pendapatan penjualan sekarang tidak
dapat dimanfaatkan untuk meneruskan usaha, justru menciutkan usaha
Menurut saya ada beberapa faktor lain yang
menyebabkan koperasi sulit untuk maju yaitu,
-
Para
anggota dan pengurus mungkin kurang pengetahuan/skills dalam manajemen
-
Tidak
ada rasa kesetiaan (loyalitas) anggota
-
Sulitnya
Anggota Untuk Keluar dari Koperasi
-
Kesadaran
Masyarakat Untuk Berkoperasi Masih Lemah
-
Pemerintah
terlalu memanjakan koperasi
Di
dalam Koperasi Kerja sama di bidang sosial (gotong royong) memang sudah kuat,
tetapi kerja sama di bidang usaha dirasakan masih lemah, padahal kerja sama di
bidang ekonomi merupakan faktor yang sangat menentukan kemajuan lembaga
koperasi.
Menurut saya Banyak hal yang harus di lakukan untuk membuat
Koperasi berkembang lagi, Misalnya dengan :
-
Sosialisasi Pemerintah
Pemerintah harusnya lebih menghimbau
masyarakat untuk menjadi anggota koperasi, membeli barang di koperasi, jangan
hanya mempromosikan tentang koperasi di Baliho kota.
-
Meningkatkan
daya jual koperasi dan melakukan sarana promosi
Membuat koperasi agar terlihat
menarik supaya masyarakat tertarik untuk membeli di koperasi dan menyediakan
pelayanan yang baik sehingga masyarakat puas. Dan tidak hanya itu, koperasi pun
memerlukan sarana promosi untuk mengekspose kegiatan usahanya agar dapat
diketahui oleh masyarakat umum
-
Merekrut
anggota yg berkompeten
Membuat koperasi lebih menarik
sehingga tidak kalah dengan badan usaha lainnya. merekrut anggota yang
berkompeten dalam bidangnya. Tidak hanya orang yang sekedar mau menjadi anggota
melainkan orang-orang yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan dan
pengembangan koperasi
-
Memperbaiki
kondisi internal koperasi
Dominasi pengurus yang berlebihan
dan tidak sesuai dengan proporsinya perlu dibatasi dengan adanya peraturan yang
menutup celah penyimpangan koperasi agar hasil koperasi dapat benar benar di
rasakan anggotanya.
-
koperasi
yang kecil dan lemah dapat bergabung (merjer) agar menjadi koperasi yang lebih
kuat dan sehat
-
memprioritaskan
keuntungan tanpa mengabaikan pelayanan yang baik kepada anggota dan pelanggan
lainnya
KESIMPULAN
Pada
zaman dulu kita mengenal koperasi sebagai Koperasi Soko Guru, koperasi yang menjadi
tiang utama atau tulang punggung perekonomian di Indonesia. Koperasi yang
seharusnya berfungsi memajukan dan mensejahterakan masyarakat di Indonesia, namun
pada masa kini Koperasi mulai tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Koperasi
bukan lagi tiang utama dalam perekonomian di Indonesia dan bahkan Koperasi
sudah mulai terlupakan oleh masyarkat Indonesia. Banyak masyarakat yang tidak
mengerti apa sebenarnya fungsi dari koperasi, dan apa sebenarnya manfaat dari
koperasi tersebut.
Banyak
hal yang mengakibatkan Koperasi menjadi seperti ini, salah satunya ialah karena
pemerintah yang kurang memperhatikan keberadaan koperasi tersebut. Terutama di
kota kota besar, koperasi sudah sangat jarang kita temui walaupun ada koperasi tersebut
tidak menarik perhatian masyarakat agar masyarakat mau menggunakan dan mungkin
bahkan menjadi anggota koperasi tersebut. Kurangnya promosi membuat koperasi
sangat mudah di lupakan terutama di era globalisasi ini dimana banyak sekali
kegiatan yang terlihat lebih mengasikkan di banding koperasi, banyak sekali
lembaga keuangan lain yang lebih baik dari koperasi dimana masyarakat lebih
tertarik pada lembaga tersebut di banding koperasi.
Koperasi
juga selalu identik dengan anggota yang tua, jadi akan lebih baik bila koperasi
merekrut anggota yang remaja agar dapat menarik perhatian pemuda dan pemudi
yang lain untuk ikut bergabung dengan koperasi tersebut. Saat ini koperasi
memang belum berfungsi sebagaimana mestinya, tapi akan lebih baik bila kita
sebagai bangsa yang baik juga turut membantu perkembangan koperasi di negeri
kita ini dengan tetap menggunakan jasa koperasi dan mungkin bahkan menjadi
anggota dari koperasi koperasi yang ada di daerah kita.
SUMBER