Senin, 17 November 2014

Tulisan-1 'Biografi Bapak Koperasi'



Mengenal Bapak Koperasi
Muhammad Hatta  atau Bung Hatta
Biografi
Nama Lahir          : Muhammad Athar
Lahir                    : 12 Agustus 1902 Bukit tinggi, Sumatera Barat
Meninggal             : 14 Maret 1980 (Umur 77) Jakarta, Indonesia
Kebangsaan          : Indonesia
Agama                  : Islam
Istri                      : Rahmi Rachim
Anak                    : Meutia Hatta, Gemala Hatta, dan Halida Hatta
Ayah                     : Haji Mohammad Djamil
Ibu                        : Siti Saleha
Partai Politk         : Non Partai
Gelar Pahlawan     : Pahlawan Proklamator RI tahun 1986
Pendidikan            :
  • Europese Largere School (ELS) di Bukittinggi (1916)
  • Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang (1919)
  • Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang), Jakarta (1921)
  • Gelar Drs dari Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932)
Karir                     :
  • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919)
  • Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921)
  • Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda (1925-1930)
  • Wakil delegasi Indonesia dalam gerakan Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931)
  • Ketua Panitia (PNI Baru) Pendidikan Nasional Indonesia (1934-1935)
  • Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Jepang (April 1942)
  • Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (Mei 1945)
  • Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (7 Agustus 1945)
  • Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945)
  • Wakil Presiden Republik Indonesia pertama (18 Agustus 1945)
  • Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan (Januari 1948 - Desember 1949)
  • Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan menerima penyerahan kedaulatan dari Ratu Juliana (1949)
  • Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kabinet Republik Indonesia Serikat (Desember 1949 - Agustus 1950)
  • Dosen di Sesko Angkatan Darat, Bandung (1951-1961)
  • Dosen di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1954-1959)
  • Penasihat Presiden dan Penasihat Komisi IV tentang masalah korupsi (1969)
  • Ketua Panitia Lima yang bertugas memberikan perumusan penafsiran mengenai Pancasila (1975)

          Mohhamad Hatta atau lebih sering di sebut Bung Hatta adalah pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia yang pertama. Perhatian beliau yang dalam terhadap penderitaan rakyat kecil mendorongnya untuk mempelopori Gerakan Koperasi yang pada prinsipnya bertujuan memperbaiki nasib golongan miskin dan kelompok ekonomi lemah. Karena itu Bung Hatta diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Gelar ini diberikan pada saat Kongres Koperasi Indonesia di Bandung pada tanggal 17 Juli 1953. Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat karena memiliki dasar konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa: Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu adalah koperasi. 

          Menurut Bung Hatta, tujuan Koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Tapi, ini tidak berarti, bahwa koperasi itu identik dengan usaha skala kecil. Koperasi bias pula mengembangkan usaha menjadi usaha besar berdasarkan modal yang bias dikumpulkan dari anggotanya, baik anggota koperasi primer maupun anggota koperasi skunder. Bung Hatta sendiri menganjurkan didirikan tiga macam koperasi. Pertama, adalah koperasi yang terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai. Kedua aalah koperasi produksi yang merupakan wadah kaum petani (termaksud peternak atau nelayan). Ketiga adalah koperasi kerdit yang melayani perdagangan kecil dan pengusaha kecil guna memenuhi kebutuhan modal usaha. Bung Hatta juga menganjurkan pengorganisasian industry kecil dan koperassi produksi, guna memenuhi kebutuhan bahan baku dan pemasran hasilnya.

          Beliau adalah figur yang sedikit bicara tetapi lebih banyak berbuat. Oleh karena itu, Bung Hatta tidak hanya disegani oleh rakyat Indonesia, tetapi juga oleh bangsa lain, terutama dalam era perjuangan kemerdekaan. Koperasi. Bandar udara internasional Jakarta, Bandar Udara Soekarno-Hatta, menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap jasa-jasanya.
Sekian biografi singkat saya tentang Bapak Koperasi kita.

 Sumber      :


http://kolom-biografi.blogspot.com/2009/08/biografi-mohammad-hatta.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar