Mengenal
Bapak Koperasi
Muhammad Hatta atau Bung Hatta
Muhammad Hatta atau Bung Hatta
Biografi
Nama
Lahir : Muhammad Athar
Lahir : 12 Agustus 1902 Bukit tinggi, Sumatera Barat
Meninggal : 14 Maret 1980 (Umur 77) Jakarta, Indonesia
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Istri : Rahmi Rachim
Anak : Meutia Hatta, Gemala Hatta, dan Halida Hatta
Ayah : Haji Mohammad Djamil
Ibu : Siti Saleha
Partai Politk : Non Partai
Gelar Pahlawan : Pahlawan Proklamator RI tahun 1986
Pendidikan :
Lahir : 12 Agustus 1902 Bukit tinggi, Sumatera Barat
Meninggal : 14 Maret 1980 (Umur 77) Jakarta, Indonesia
Kebangsaan : Indonesia
Agama : Islam
Istri : Rahmi Rachim
Anak : Meutia Hatta, Gemala Hatta, dan Halida Hatta
Ayah : Haji Mohammad Djamil
Ibu : Siti Saleha
Partai Politk : Non Partai
Gelar Pahlawan : Pahlawan Proklamator RI tahun 1986
Pendidikan :
- Europese Largere School (ELS) di Bukittinggi (1916)
- Meer Uirgebreid Lagere School (MULO) di Padang (1919)
- Handel Middlebare School (Sekolah Menengah Dagang), Jakarta (1921)
- Gelar Drs dari Nederland Handelshogeschool, Rotterdam, Belanda (1932)
Karir :
- Bendahara Jong Sumatranen Bond, Padang (1916-1919)
- Bendahara Jong Sumatranen Bond, Jakarta (1920-1921)
- Ketua Perhimpunan Indonesia di Belanda (1925-1930)
- Wakil delegasi Indonesia dalam gerakan Liga Melawan Imperialisme dan Penjajahan, Berlin (1927-1931)
- Ketua Panitia (PNI Baru) Pendidikan Nasional Indonesia (1934-1935)
- Kepala Kantor Penasihat pada pemerintah Bala Tentara Jepang (April 1942)
- Anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan (Mei 1945)
- Wakil Ketua Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (7 Agustus 1945)
- Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia (17 Agustus 1945)
- Wakil Presiden Republik Indonesia pertama (18 Agustus 1945)
- Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Pertahanan (Januari 1948 - Desember 1949)
- Ketua Delegasi Indonesia pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dan menerima penyerahan kedaulatan dari Ratu Juliana (1949)
- Wakil Presiden merangkap Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Kabinet Republik Indonesia Serikat (Desember 1949 - Agustus 1950)
- Dosen di Sesko Angkatan Darat, Bandung (1951-1961)
- Dosen di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta (1954-1959)
- Penasihat Presiden dan Penasihat Komisi IV tentang masalah korupsi (1969)
- Ketua Panitia Lima yang bertugas memberikan perumusan penafsiran mengenai Pancasila (1975)
Mohhamad Hatta atau lebih sering di
sebut Bung Hatta adalah pejuang, negarawan, ekonom, dan juga Wakil Presiden Indonesia
yang pertama. Perhatian beliau yang dalam terhadap penderitaan rakyat kecil
mendorongnya untuk mempelopori Gerakan Koperasi yang pada prinsipnya bertujuan
memperbaiki nasib golongan miskin dan kelompok ekonomi lemah. Karena itu Bung
Hatta diangkat menjadi Bapak Koperasi Indonesia. Gelar ini diberikan pada saat
Kongres Koperasi Indonesia di Bandung pada tanggal 17 Juli 1953. Koperasi
sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan (politik) yang cukup kuat
karena memiliki dasar konstitusional, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945,
khususnya Ayat 1 yang menyebutkan bahwa: Perekonomian disusun sebagai usaha
bersama berdasar atas asas kekeluargaan. Dalam Penjelasan UUD 1945 itu
dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan asas kekeluargaan itu
adalah koperasi.
Menurut Bung Hatta, tujuan Koperasi bukanlah mencari
laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama dan wadah
partisipasi pelaku ekonomi skala kecil. Tapi, ini tidak berarti, bahwa koperasi
itu identik dengan usaha skala kecil. Koperasi bias pula mengembangkan usaha
menjadi usaha besar berdasarkan modal yang bias dikumpulkan dari anggotanya,
baik anggota koperasi primer maupun anggota koperasi skunder. Bung Hatta sendiri
menganjurkan didirikan tiga macam koperasi. Pertama, adalah koperasi yang
terutama melayani kebutuhan kaum buruh dan pegawai. Kedua aalah koperasi
produksi yang merupakan wadah kaum petani (termaksud peternak atau nelayan).
Ketiga adalah koperasi kerdit yang melayani perdagangan kecil dan pengusaha
kecil guna memenuhi kebutuhan modal usaha. Bung Hatta juga menganjurkan
pengorganisasian industry kecil dan koperassi produksi, guna memenuhi kebutuhan
bahan baku dan pemasran hasilnya.
Beliau
adalah figur yang sedikit bicara tetapi lebih banyak berbuat. Oleh karena itu,
Bung Hatta tidak hanya disegani oleh rakyat Indonesia, tetapi juga oleh bangsa
lain, terutama dalam era perjuangan kemerdekaan. Koperasi. Bandar udara internasional Jakarta, Bandar Udara
Soekarno-Hatta, menggunakan namanya sebagai penghormatan terhadap
jasa-jasanya.
Sekian biografi singkat saya tentang Bapak Koperasi kita.
Sekian biografi singkat saya tentang Bapak Koperasi kita.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar