Full
Of Love
Sore
itu langit telihat cerah, walau saat ini sedang musim hujan tapi sore ini
sepertinya hujan belum ingin menyapa bumi, itulah fikirku. Aku berjalan
menyusuri lorong, menuruni tangga lalu mengahmpiri kendaraanku, motor yang
selalu menemani ku baik itu hujan maupun panas. Aku terlalu yakin bahwa hujan
tak akan turun sore ini, aku menggunakan motorku menuju salah satu pusat
perbelanjaan, niatku hanya untuk mengambil barang milik temanku namun suara
handphone mengubah niatku, seseorang mengajakku untuk bertemu walau hanya untuk
saling menyapa. Tak ada salahnya itulah yang aku fikirkan, hanya ingin berbagi
rasa rindu yang kami rasakan.
Aku menunggunya
dengan senyuman, namun rintik hujan mulai terdengar dan bahkan hujan dengan
derasnya membasahi bumi. Cemas, bagaimana dengan dia yang sedang dalam
perjalanannya untuk menemuiku. Aku menghubunginya, awalnya tak ada jawaban, ku
coba lagi dan lagi lalu terdengar suara merdu menyapa. Aku bertanya keadaannya,
baik baik saja itulah jawabnya, ia berteduh dari derasnya hujan di tempat yang
dapat melindungi dirinya. Sudah ku katakan untuk tak usah melanjutkan
perjalanannya karena itu akan berbahaya namun ia memaksa hanya karena tak ingin
aku menunggu terlalu lama.
Pengorbanan,
itulah yang ia lakukan, menerjang derasnya hujan, tak kenal takut dengan guntur
dan petir. Dia menyapaku dengan keadaan yang tidak begitu baik, seluruh tubuhnya
basah tapi ia tetap tersenyum. Aku memeluknya setidaknya agar ia merasakan
kehangatan, aku tidak begitu percaya bahwa ia rela melakukan hal seperti ini
hanya karena agar aku tak kecewa lagi. Aku terus memeluknya, mencoba meyakinkan
diriku bahwa setidaknya ada seseorang yang sedang memperjuangakan diriku,
mempertahankan diriku agar tetap bersamanya. Hingga hari petang hujan tak juga
reda, ia mulai merasakan kedinginan, aku membawanya pulang agar ia dapat
membersihkan badannya dan menghangatkan tubuhnya, Aku takut karena aku ia terluka.
Aku tau
ini berlebihan, tapi setidaknya aku ingin berharap bahwa aku ingin tetap
bersama dirinya sekarang dan sampai kapanpun. Aku rasa aku sangat takut
kehilangan dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar