Selasa, 03 November 2015

RESENSI NOVEL "3600 DETIK"



Nama          : Sera Mutia
NPM           : 28213404
KELAS       : 3 EB 22

RESENSI NOVEL 3600 DETIK”

Pengertian Resensi
          Resensi merupakan kata yang berasal dari bahasa Belanda yaitu “resentie” dan juga bahasa Latin recensio yang berarti mengulas kembali. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah mempertimbangkan, pengulasan, penilaian sebuah buku.
Resensi lebih dikenal dengan istilah ulasan atau bedah buku. Hal ini karena memang dalam resensi senantiasa mengulas sebuah buku baik buku fiksi atau nonfiksi, dari sudut pandang penilai (pembuat resensi) dengan berbagai norma-norma atau nilai – nilai yang ada. Resensi termasuk tulisan ilmiah yang memaparkan baik (keunggulan) dan buruk (kelemahan) suatu buku. Melalui resensi para pembaca dapat mengetahui isi suatu buku secara umum. Sehingga dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi pembaca untuk mengacu bacaan. Penulisan resensi dilakukan oleh orang yang mengerti tentang hal-hal yang terkait dengan isi buku tersebut serta paham dengan nilai- nilai atau norma- norma kebenaran yang ada. 

Kali ini saya akan mencoba meresensi sebuah buku novel :

Judul                      : 3600 Detik
Penulis                    : Charon
Desain sampul         : Yustisea Satyalim
Penerbit                 : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan                 : Mei 2008
Tebal                     : 208 halaman
ISBN                      : 978 – 979 – 22 – 3728 – 3
Kategori                : Romance
Text Bahasa          : Bahasa Indonesia

SINOPSIS
Sandra adalah anak SMA seperti kebanyakan anak lainnya, baik pintar rajin dan penurut terutama kepada ayahnya. Kehidupan Sandra seperti berputar 360 derajat ketika orang tuanya memutuskan untuk bercerai dan hatinya semakin sakit ketika ayahnya memutuskan ia harus tinggal bersama ibunya yang selama ini tak pernah dekat dengannya, selalu sibuk dengan kerjaannya. Dengan kehidupan yang Sandra anggap baru dan merugikan dirinya, Sandra berubah menjadi anak Nakl, gal galan. Berulang kali ia di keluarkan dari sekolah karena kenakalannya yang di luar batas dan di sengaja.
Untuk kesekian kalinya ibu Sandra memutuskan untuk pindah kota. Mungkin suasana dan lingkungan baru akan mengubah perilaku Sandra.

Di lingkungan dan sekolah yang baru Sandra sudah berniat untuk membuat ulah lagi agar ia di keluarkan, namun sayangnya rencana Sandra gagal total, ia bertemu dengan teman kelas baru yang bernama Leon yang Sandra anggap seperti selalu ingin tau dan Wali kelas Sandrapun tidak seperti di sekolah sekolah lma di yang langsung gerah dengan tingkah Sandra, Wali kelas dia yng sekarng sangatlah sabar menghadapi Sandra. Dengan hukuman yang di berikan wali kelasnya Sandra dan Leon menjadi sering bertemu dan lambat laun Sandra mulai berubah. Orang tuanyapun heran. Mereka yakin Leon lah yang membuat gadis itu berubah. Leon adalah anak yang baik, patuh, rumahan, sopan, rajiin belajar dan terlihat peduli itulah yang membuat Sandra merasa nyaman bersama Leon.  Hanya Leon satu-satunya teman Sandra sementara murid-murid lain justru menjauhi gadis urakan itu. Apa yang membuat Leon tertarik padanya, padahal keduanya bagaikan bagaikan langit dan bumi.
Suatu ketika Leon tiba-tiba menghilang, Sandra merasa kehilangan, Leon yang biasanya selalu ada buat dia, selalu nemenin dia, selalu ngelakuin apa aja yang Sandra mau tiba-tiba menghilang. Semua itu menyadarkan Sandra.

UNSUR INSTRINSIK
1.    Tema : Percintaan
2.    Latar : Sekolah,rumah, tempat main billiard, Rumah sakit, Pasar Malam.
3.    Alur : Maju
4.    Perwatakan :
·         Sandra orang yang urakan, kasar, cepat marah.
·         Leon orang yang baik, sabar, pengertian.
·         Pak Donny orang yang baik, sabar, dan pengertian.
·         Ibu orang yang sibuk, jarang ada untuk Sandra
5.    Sudut Pandang : Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
6.    Amanat :  Bahagiakanlah orang orang yang selalu ada buat kita, kadang kita tak tahu kapan maut akan memanggil kita. 

KEUNGGULAN
Novel ini mengandung banyak sekali amanat baik dan pesan moral yang di sampaikan.
Bahasa yang di gunakan juga mudah untuk di mengerti, dapat membawa imajinasi kita untuk tumbuh bersamaan saat kita membacanya, jalan cerita yang terlihat real juga membuat pembaca dapat memahami dengan baik pesan moral yang di sampaikan dan terlihat maksud akal. Karakter Leon sangat membantu pembaca untuk dapat mengerti karakter Sandra lebih baik, Sandra yang terlihat ugal-ugalan hanyalah cara agar ia mendapatkan perhatian orang tuanya lagi.
Novel ini memang di perutukan khususnya untuk remja namun tidak salahnya bila para orang tua juga membaca agar mereka juga dapat mngerti perasaan anak mereka.

KELEMAHAN
Konflik yang di sajikan dari awal sampai pertengahan novel sangat mudah di  tebak pembaca, terlalu lambat pengembangan materi membuat novel terlihat monoton dan kurang menarik. Namun di akhir cerita terlihat lebih menarik.

Tentang Pengarang
Charon, pernah menempuh pendidikan di Jurusan Sistem informasi di Universitas Bina Nusantara, angkatan 2002. Sekarang tinggal di Sukabumi bersama orang tuanya.Selain novel 3600 detik ini, Charon juga menulis novel lain yaitu 7 hari menembus waktu. Tapi sekarang belum berniat untuk menulis novel lagi karena kesibukan bekerjanya yang sangat menyita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar