Nama : Sera Mutia
NPM :
28213404
KELAS : 3 EB 22
RESENSI NOVEL “3600 DETIK”
Pengertian Resensi
Resensi
merupakan kata yang berasal dari bahasa Belanda yaitu “resentie” dan juga
bahasa Latin recensio yang berarti mengulas kembali. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (KBBI), resensi adalah mempertimbangkan, pengulasan, penilaian sebuah
buku.
Resensi lebih
dikenal dengan istilah ulasan atau bedah buku. Hal ini karena memang dalam
resensi senantiasa mengulas sebuah buku baik buku fiksi atau nonfiksi, dari
sudut pandang penilai (pembuat resensi) dengan berbagai norma-norma atau nilai
– nilai yang ada. Resensi termasuk tulisan ilmiah yang memaparkan baik
(keunggulan) dan buruk (kelemahan) suatu buku. Melalui resensi para pembaca
dapat mengetahui isi suatu buku secara umum. Sehingga dapat dijadikan bahan
pertimbangan bagi pembaca untuk mengacu bacaan. Penulisan resensi dilakukan
oleh orang yang mengerti tentang hal-hal yang terkait dengan isi buku tersebut
serta paham dengan nilai- nilai atau norma- norma kebenaran yang ada.
Kali ini saya
akan mencoba meresensi sebuah buku novel :
Judul : 3600 Detik
Penulis : Charon
Desain sampul
: Yustisea Satyalim
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Mei 2008
Tebal : 208 halaman
ISBN : 978 – 979 – 22 – 3728 – 3
Kategori : Romance
Text Bahasa
: Bahasa Indonesia
SINOPSIS
Sandra adalah anak SMA seperti kebanyakan anak
lainnya, baik pintar rajin dan penurut terutama kepada ayahnya. Kehidupan Sandra
seperti berputar 360 derajat ketika orang tuanya memutuskan untuk bercerai dan
hatinya semakin sakit ketika ayahnya memutuskan ia harus tinggal bersama ibunya
yang selama ini tak pernah dekat dengannya, selalu sibuk dengan kerjaannya.
Dengan kehidupan yang Sandra anggap baru dan merugikan dirinya, Sandra berubah menjadi
anak Nakl, gal galan. Berulang kali ia di keluarkan dari sekolah karena
kenakalannya yang di luar batas dan di sengaja.
Untuk kesekian kalinya ibu Sandra memutuskan untuk
pindah kota. Mungkin suasana dan lingkungan baru akan mengubah perilaku Sandra.
Di lingkungan dan sekolah yang baru Sandra sudah
berniat untuk membuat ulah lagi agar ia di keluarkan, namun sayangnya rencana
Sandra gagal total, ia bertemu dengan teman kelas baru yang bernama Leon yang
Sandra anggap seperti selalu ingin tau dan Wali kelas Sandrapun tidak seperti
di sekolah sekolah lma di yang langsung gerah dengan tingkah Sandra, Wali kelas
dia yng sekarng sangatlah sabar menghadapi Sandra. Dengan hukuman yang di
berikan wali kelasnya Sandra dan Leon menjadi sering bertemu dan lambat laun
Sandra mulai berubah. Orang tuanyapun heran. Mereka yakin Leon lah yang membuat
gadis itu berubah. Leon adalah anak yang baik, patuh, rumahan, sopan, rajiin
belajar dan terlihat peduli itulah yang membuat Sandra merasa nyaman bersama
Leon. Hanya Leon satu-satunya teman
Sandra sementara murid-murid lain justru menjauhi gadis urakan itu. Apa yang
membuat Leon tertarik padanya, padahal keduanya bagaikan bagaikan langit dan
bumi.
Suatu ketika Leon tiba-tiba menghilang, Sandra merasa
kehilangan, Leon yang biasanya selalu ada buat dia, selalu nemenin dia, selalu ngelakuin
apa aja yang Sandra mau tiba-tiba menghilang. Semua itu menyadarkan Sandra.
UNSUR INSTRINSIK
1. Tema :
Percintaan
2.
Latar : Sekolah,rumah, tempat main billiard, Rumah
sakit, Pasar Malam.
3.
Alur : Maju
4.
Perwatakan :
·
Sandra orang yang urakan, kasar, cepat marah.
·
Leon orang yang baik, sabar, pengertian.
·
Pak Donny orang yang baik, sabar, dan pengertian.
·
Ibu orang yang sibuk, jarang ada untuk Sandra
5.
Sudut Pandang : Sudut Pandang Orang Ketiga Serbatahu
6. Amanat : Bahagiakanlah orang orang yang selalu ada buat
kita, kadang kita tak tahu kapan maut akan memanggil kita.
KEUNGGULAN
Novel ini mengandung banyak sekali amanat baik dan pesan moral yang di sampaikan.
Bahasa yang di gunakan juga mudah untuk di mengerti, dapat membawa imajinasi kita untuk tumbuh bersamaan saat kita membacanya, jalan cerita yang terlihat real juga membuat pembaca dapat memahami dengan baik pesan moral yang di sampaikan dan terlihat maksud akal. Karakter Leon sangat membantu pembaca untuk dapat mengerti karakter Sandra lebih baik, Sandra yang terlihat ugal-ugalan hanyalah cara agar ia mendapatkan perhatian orang tuanya lagi.
Novel ini mengandung banyak sekali amanat baik dan pesan moral yang di sampaikan.
Bahasa yang di gunakan juga mudah untuk di mengerti, dapat membawa imajinasi kita untuk tumbuh bersamaan saat kita membacanya, jalan cerita yang terlihat real juga membuat pembaca dapat memahami dengan baik pesan moral yang di sampaikan dan terlihat maksud akal. Karakter Leon sangat membantu pembaca untuk dapat mengerti karakter Sandra lebih baik, Sandra yang terlihat ugal-ugalan hanyalah cara agar ia mendapatkan perhatian orang tuanya lagi.
Novel ini memang di
perutukan khususnya untuk remja namun tidak salahnya bila para orang tua juga
membaca agar mereka juga dapat mngerti perasaan anak mereka.
KELEMAHAN
Konflik yang di sajikan dari awal sampai pertengahan novel sangat mudah di tebak pembaca, terlalu lambat pengembangan materi membuat novel terlihat monoton dan kurang menarik. Namun di akhir cerita terlihat lebih menarik.
Konflik yang di sajikan dari awal sampai pertengahan novel sangat mudah di tebak pembaca, terlalu lambat pengembangan materi membuat novel terlihat monoton dan kurang menarik. Namun di akhir cerita terlihat lebih menarik.
Tentang Pengarang
Charon, pernah menempuh
pendidikan di Jurusan Sistem informasi di Universitas
Bina Nusantara, angkatan 2002. Sekarang tinggal di Sukabumi bersama
orang tuanya.Selain novel 3600 detik ini, Charon juga menulis novel lain yaitu 7 hari menembus waktu. Tapi sekarang belum berniat untuk
menulis novel lagi karena kesibukan bekerjanya yang sangat menyita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar