Minggu, 24 November 2013

Tugas Tulisan ke-3



Tugas Tulisan Pengantar Bisnis ke-3

Nama : Sera Mutia Yuliana
NPM : 28213404
Kelas : 1EB22
Judul : Kepemimpinan

I. Pendahuluan
            Segala puji hanya bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang telah menciptakan alam semesta ini beserta isinya yang sungguh luar biasa.  Sehingga kita para ummat nya seharusnya tiada henti untuk bersyukur.

Seperti yang kita ketahui, di zaman sekarang ini banyak sekali pekerjaan yang dapat kita kerjakan,baik itu kita bekerja pada orang lain maupun kita bekerja pada perusahaan kita sendiri,
dalam tulisan saya ini, saya akan membahas tentang seorang pemimpin. Apa itu pemimpin yang sebenarnya, mengapa  ia bisa di sebut pemimpin. Ketika kita akan membuka sebuah bisnis, sudah si pastikan bahwa kedepannya kitalah yang akan menjadi pemimpin dalam usahakita tersebut. Banyak pemimpin zaman ini yang sudah tidak sejalan dengan arti pemimpin yang sebenarnya, banyak pemimpin yang hanya memikirkan keuntungan untuk diri sendiri.
Keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya terletak kepada kemampuan individunya saja namun meliputi semua unsur pendukung tersmasuk peran bawahan yang dipimpinnya. Pemimpin yang baik tidak hanya memperhatikan tujuan utama dari organisasi yang dia pimpin, namun juga selalu memperhatikan bawahannya.

Deskripsi tulisan :
-pengertian kepemimpinan
-kriteria kepemimpinan
-ciri-ciri kepemimpinan
-prinsip kepemimpinan

II.ISI
1. Pengertian kepemimpinan
kepemimpinan
yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok. Sedangkan orang yang melakukan keiatan kepemimpinan tersebut biasa di namakan pemimpin.

2. kriteria kepemimpinan

Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:
1. Visioner
 Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.

2. Sukses Bersama
 Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya.
Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri,
namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang
dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.

3. Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous)
 Banyak hal yang harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman-diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.

4. Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan
 Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya.


3. Cirri-ciri kepemimpinan  
ciri-ciri pemimpin dan kepemimpinan yang ideal:
- Pengetahuan umum yang luas.
semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.

- Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang

- Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu.
merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.

- Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan
seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan dalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.

- Daya Ingat yang Kuat.
pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.

- Kapasitas Integratif.
pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.

- Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif.
fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.

- Keterampilan Mendidik.
memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.

- Rasionalitas.
semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.

- Objektivitas
pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.

- Pragmatisme
dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama, kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Kedua, menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.

- Kemampuan Menentukan Prioritas,
biasanya yang menjadi titik tolak strategik organisasional adalah “SWOT”.

- Kemampuan Membedakan hal yang Urgen dan yang Penting

- Naluri yang Tepat,
kekampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

- Rasa Kohesi yang tinggi, :senasib sepenanggungan”, keterikan satu sama lain.

- Rasa Relevansi yang tinggi.
pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.

- Keteladanan,
 dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.

- Menjadi Pendengar yang Baik

- Adaptabilitas.
kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisonal, temporal dan spatial.
- Fleksibilitas
mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.

- Ketegasan

- Keberanian

- Orientasi Masa Depan

- Sikap yang Antisipatif dan Proaktif

-dll

4. Prinsip kepemimpinan
 
dalam tiga prinsip kepemimpinan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara yaitu:
  1. Ing ngarso sung tulodo = bahwa seorang pemimpin haruslah memberikan sauri tauladan yang baik bagi bawahan. Selalau bertindak dan bertutur kata yang bisa memberikan contoh yang baik yang bisa merangsang para bawahan untuk bersikap seperti pemimpinnya.
  2. Img madya mangun karso = yaitu pemimpin haruslah bisa bekerja sama dengan bawahan. Sehingga semua pekerjaan yang dilakukan akan terasa mudah atau ringan dan akan makin mempererat hubungan antara bawahan dan pimpinan, namun tidak melanggar etika jalur kepemimpinan.
  3. Tut wuri handayani = yaitu memberi kesempatan kepada bawahan untuk maju. Prinsip yang ke tiga ini yang dipakai dalam lingkungan pendidikan di kita. Beri bawahan ilmu-ilmu dan bekal-bekal yang akan menambah wawasan dan kepintaran mereka. Janganlah mempunyai pikiran takut tersaingi, berilah kesempatan bawahan kita untuk maju. Seandainya atasan tidak ada maka ada bawahan yang mampu untuk menghandle. Dan bila pimpinannya cerdas, bawahannya pintar lalu dikelola dengan baik maka tujuan dari kelompok akan tercapai dengan sempurna.
III. Penutup
            sekian tulisan yang dapat saya bagi kepada para pembaca, semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat pada para pembaca sekalian. Maaf bila dalam tulisan saya masih banyak terdapat kekurangan, kritik dan saran para pembaca sangat bermanfaat bagi saya, agar dapat membantu saya di tulisan-tulisan saya berikutnya.

IV. Daftar Pustaka
 
http://belajarpsikologi.com/pengertian-kepemimpinan-menurut-para-ahli/
http://ngobrolpanas.blogspot.com/2012/04/ciri-ciri-pemimpin-dan-kepemimpinan.html
  buku : kepemimpinan bisnis,penulis  Rama S Nugraha, Penerbit : Visimedia                                             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar