ANALISIS
PROGRAM KELUARGA BERENCANA
PEREKONOMIAN
INDONESIA
Kelas 1 eb 22
Nama kelompok :
Anis setyarini
(21213062)
Dwi puspita sari
(22213694)
Kurnia indah
puspita ( 29213860)
Sera mutia
yuliana (28213404)
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2014
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang Masalah
KB adalah singkatan dari Keluarga
Berencana. Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1997), pengertian dari keluarga berencana adalah Gerakan untuk membentuk keluarga yang
sehat dan sejahtera dengan membatasi kelahiran.
Program KB menentukan kualitas
keluarga, karena program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta
meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak
diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi.
Selain memberi keuntungan ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan
masyarakat, KB juga membantu remaja mangambil keputusan untuk memilih kehidupan
yang lebih balk dengan merencanakan proses reproduksinya.
Indonesia
sebagai salah satu negara yang sedang berkembang menghadapi masalah yang
merupakan masalah dunia, yaitu masalah peledakan penduduk. Khawatir akan
masalah ini, pemerintah dan masyarakat menyadari perlunya dilaksanakan Program
Kependudukan dan Keluarga Berencana.
Sebelum program KB
dilaksanakan, angka ketergantungan penduduk Indonesia adalah 86 anak per 100
penduduk usia kerja. Artinya, pada tahun 1970-an setiap 100 pekerja mempunyai
86 anak yang menjadi tanggungannya. Pada tahun 2000 angka ketergantungan
menurun menjadi 55 per 100 penduduk usia kerja. Jadi program KB selama ini
telah mampu mengurangi beban penduduk usia kerja untuk menanggung anak-anak.
Meskipun Indonesia sempat mencatat puncak
keberhasilan program pengendalian penduduk melalui Keluarga Berencana (KB) pada
tahun 1994-1995. Namun setelah reformasi program KB berantakan, bahkan di tahun
2010 terjadi kelebihan 3 juta penduduk dari proyeksi semula.Macetnya program KB
membuat Indonesia sempat terancam mengalami ledakan jumlah penduduk.Padahal
program KB yang sebelumnya pernah digalakkan di Indonesia pada tahun 1990-an
telah mencapai puncak keberhasilannya di tahun 1994-1995. Sayangnya, program
ini kemudian macet dan baru direvitalisasi pada tahun 2007.
Berbagai upaya kemudian banyak dilancarkan BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) untuk menekan tingkat pertambahan penduduk. Caranya mulai dari kampanye media, bekerjasama dengan TNI dan lembaga keagamaan hingga membuat program Generasi Berencana (GenRe). Hasilnya, perhitungan statistik sementara menunjukkan pencapaian yang menggembirakan
Tugas Keluarga Berencana Melaksanakan
tugas pemerintahan dibidang keluarga berencana dan keluarga sejahtera sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
1.2 Permasalahan
1.
Apa Pengertian keluarga berencana ?
2.
Apakah Tujuan dari keluarga
berencana di indonesia ?
3.
Fungsi dan kewenangan keluarga
berencana ?
4.
Manfaat keluarga berencana ?
5.
Dampak program keluarga berencana ?
6.
Sasaran program keluarga berencana ?
7.
Ruang lingkup program keluarga
berencana ?
8.
Strategi pelaksanaan program
keluarga berencana ?
9.
Bagaimana Cara kerja program
keluarga berencana ?
10. Macam –macam
alat kontrasepsi yang dapat digunakan untuk keluarga berencana ?
11. Penggunaan
kontrasepsi menurut usia ?
12. Bagaimana
Pengaruh keluarga berencana di indonesia ?
1.3 Tujuan
·
Untuk lebih mengetahui lagi tentang
pengertian program keluarga berencana
·
Untuk lebih memahami lagi maksud dan
tujuan diadakannya program keluarga berencana
·
Untuk lebih mengetahui lagi fungsi
dan dampak program berencana
·
Dan untuk mengetahui macam – macam
alat kontrasepsi.
BAB II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN KELUARGA BERENCANA (KB)
Keluarga
Berencana (KB) merupakan suatu program pemerintah
yang dirancang untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan jumlah penduduk. Program
keluarga berencana juga di buat oleh pemerintah
agar keluarga sebagai unit terkecil kehidupan bangsa diharapkan menerima
Norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera (NKKBS) yang berorientasi pada
pertumbuhan yang seimbang.
Program KB
terdiri dari dua macam yaitu:
- (pembatasan kelahiran) adalah suatu program nasional yang dijalankan pemerintah untuk mengurangi populasi penduduk, karena diasumsikan pertumbuhan populasi penduduk tidak seimbang dengan ketersediaan barang dan jasa.
- (pengaturan kelahiran) adalah aktivitas individual untuk mencegah kehamilan dengan berbagai cara dan sarana (alat). Misalnya dengan kondom, IUD, pil KB, dan sebagainya.
TUJUAN KELARGA BERENCANA DI
INDONESIA
Tujuan
keluarga berencana di Indonesia ada dua yaitu tujuan umum dan tujuan khusus.
Tujuan Umum :
Meningkatkan
kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma Keluarga Kecil
Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat yang sejahtera
dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya pertambahan
penduduk.
Tujuan khusus :
Tujuan khusus :
a) Mengetahui
pengertian mengenai Keluarga Berencana
b) Mengetahui
jenis KB yang paling banyak digunakan di masyarakat
c) Mengidentifikasi
Kelebihan, kekurangan, tantangan dari program KB.
d) Mengetahui
tujuan dilaksanakannya program Keluarga Berencana.
e) Mengidentifikasi
kesimpulan dan Apa yang harus kita lakukan untuk menyikapi KB.
f) Sebgai tugas
mata kuliah Kesehatan Ibu dan Anak
FUNGSI KELUARGA BERENCANA
- Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.
- Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BKKBN.
- Fasilitasi dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah, swasta, LSOM dan masyarakat dibidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera.
- Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum dibidang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tatalaksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, hukum, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.
KEWENANGAN KELUARGA BERENCANA
- Penyusunan rencana nasional secara makro dibidangnya.
- Perumusan kebijakan dibidangnya untuk mendukung pembangunan secara makro.
- Perumusan kebijakan pengendalian angka kelahiran dan penurunan angka kematian ibu, bayi dan anak.
- Penetapan sistem informasi dibidangnya.
- Kewenangan lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yaitu :
·
Perumusan dan pelaksanaan kegiatan
tertentu dibidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera
·
Perumusan pedoman pengembangan
kualitas keluarga
MANFAAT
PROGRAM KELUARGA BERENCANA
Program
Keluarga Berencana (KB) mempunyai banyak keuntungan. Salah satunya adalah
dengan mengkonsumsi pil kontrasepsi dapat mencegah terjadinya kanker uterus dan
ovarium. Bahkan dengan perencanaan kehamilan yang aman, sehat dan diinginkan
merupakan salah satu faktor penting dalam upaya menurunkan angka kematian
maternal. Ini berarti program tersebut dapat memberikan keuntungan ekonomi dan
kesehatan.
Pengaturan kelahiran memiliki benefit (keuntungan)
kesehatan yang nyata, salah satu contoh pil kontrasepsi dapat mencegah
terjadinya kanker uterus dan ovarium, penggunaan kondom dapat mencegah
penularan penyakit menular seksual, seperti HIV. Meskipun penggunaan alat/obat
kontrasepsi mempunyai efek samping dan risiko yang kadang-kadang merugikan
kesehatan, namun demikian benefit penggunaan alat/ obat kontrasepsi tersebut
akan lebih besar dibanding tidak menggunakan kontrasepsi yang memberikan risiko
kesakitan dan kematian maternal.
Program KB menentukan kualitas keluarga, karena
program ini dapat menyelamatkan kehidupan perempuan serta meningkatkan status
kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak diinginkan, menjarangkan
jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi. Selain memberi keuntungan
ekonomi pada pasangan suami istri, keluarga dan masyarakat, KB juga membantu
remaja mangambil keputusan untuk memilih kehidupan yang lebih balk dengan
merencanakan proses reproduksinya.
Program KB,
bisa meningkatkan pria untuk ikut bertanggung jawab dalam kesehatan reproduksi
mereka dan keluarganya. Ini merupakan keuntungan seseorang mengikuti program
KB.
DAMPAK PROGRAM KELUARGA BERENCANA
Programkeluarga berencana memberikan dampak, yaitu
penurunan angka kematian ibu dan anak;
Penanggulangan masalah kesehatan reproduksi; Peningkatan kesejahteraan keluarga;
Peningkatan derajat kesehatan;
Peningkatan mutu dan layanan KB-KR; Peningkatan sistem pengelolaan
dan kapasitas SDM; Pelaksanaan tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam
penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan berjalan lancar. Namun program KB
ini juga dianggap kurang memadai, karena tidak semua Posyandu di pedesaan
dibekali dengan infrastruktur dan keahlian pemeriksaan KB, ditambah lagi dengan
kurangnya presentasi tentang pengetahuan KB di daerah pedesaan, sehingga
kebanyakan masyarakat indonesia yang berdomisili di pedesaan masih kurang pengetahuaannya
tentang Program KB dan manfaatnya, mereka masih beranggapan bahwa banyak anak
banyak rezeki, padahal zaman semakin maju dan harus diimbangi dengan pemikiran
yang semakin maju pula.
SASARAN
PROGRAM KELUARGA BERENCANA
- Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk menjadi sekitar 1,14 persen per tahun.
- Menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi sekitar 2,2 per perempuan.
- Menurunnya PUS yang tidak ingin punya anak lagi dan ingin menjarangkan kelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai alat/cara kontrasepsi (unmet need) menjadi 6%.
- Meningkatnya pesertaKB laki-laki menjadi 4,5persen.
- Meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif, dan efisien.
- Meningkatnya rata-rata usia perkawinan pertama perempuan menjadi 21 tahun.
- Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembanganak.
- Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera-1 yang aktif dalam usaha ekonomi produktif.
- Meningkatnya jumlah institusi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayananProgramKB Nasional
RUANG
LINGKUP KELUARGA BERENCANA
Ruang
lingkup KB antara
lain: Keluarga berencana, Kesehatan reproduksi remaja, Ketahanan
dan pemberdayaan keluarga, Penguatan
pelembagaan keluarga kecil
berkualitas, Keserasian kebijakan
kependudukan, Pengelolaan SDM aparatur, Penyelenggaran pimpinan kenegaraan dan
kepemerintahan, Peningkatan pengawasan dan
akuntabilitas aparatur negara.
STRATEGI
PROGRAM KELUARGA BERENCANA
Strategi Dasar
Strategi operasional
- Peningkatan kapasitas sistem pelayananProgramKB Nasional
- Peningkatan kualitas dan prioritas program
- Penggalangan dan pemantapan komitmen
- Dukungan regulasi dan kebijakan
- Pemantauan, evaluasi, dan akuntabilitas pelayanan
CARA KERJA
ALAT KONTRASEPSI
Pada dasarnya
prinsip kerja kontrasepsi adalah meniadakan pertemuan antara sel telur (ovum) dengan
sel mani (sperma) dengan cara :
o
Menekan keluarnya
sel telur (ovum)
o
Menghalangi
masuknya sperma ke dalam alat kelamin wanita sampai mencapai ovum
o
Mencegah nidasi
MACAM –
MACAM JENIS KONTRASEPSI
1.
Kontrasepsi
sederhana tanpa alat
1.
Senggama
Terputus
Merupakan cara kontrasepsi yang
paling tua. Senggama dilakukan sebagaimana biasa, tetapi pada puncak senggama,
alat kemaluan pria dikeluarkan dari liang vagina dan sperma dikeluarkan di
luar. Cara ini tidak dianjurkan karena sering gagal, karena suami belum tentu
tahu kapan spermanya keluar.
2.
Pantang
Berkala (sistem berkala)
Cara ini dilakukan dengan tidak
melakukan senggama pada saat istri dalam masa subur.Selain sebagai sarana agar
cepat hamil,kalender juga difungsikan untuk sebaliknya alias mencegah kehamilan.
Cara ini kurang dianjurkan karena sukar dilaksanakan dan membutuhkan waktu lama
untuk ‘puasa’. Selain itu, kadang juga istri kurang terampil dalam menghitung
siklus haidnya setiap bulan.
2.
Kontrasepsi
Sederhana Dengan Alat
a. kondom
Kondom merupakan salah satu pilihan untuk
mencegah kehamilan yang sudah populer di masyarakat. Kondom adalah suatu
kantung karet tipis, biasanya terbuat dari lateks, tidak berpori, dipakai untuk
menutupi penis yang berdiri (tegang) sebelum dimasukkan ke dalam liang vagina.
Kondom sudah dibuktikan dalam penelitian di laboratorium sehingga dapat
mencegah penularan penyakit seksual, termasuk HIV/AIDS
Manfaat pemakaian kontrasepsi kondom :
- Efektif bila digunakan dengan benar
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Tidak mengganggu kesehatan klien
- Tidak mempunyai pengaruh sistemik
- Murah dan dapat dibeli secara umum
- Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatah khusus
- Metode kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda.
b. Diafragma
Diafrgma adalah kap berbentuk bulat
cembung, terbuat dari lateks(karet) yang di insersikan ke dalam vagina sebelum
berhubungan seksual dan menutup serviks.
Jenis kontrasepsi diafragma :
Jenis kontrasepsi diafragma :
1) Flat spring
(flat metal band)
2) Coil spring
(coiled wire)
3) Arching
spring)
Cara kerja kontrasepsi
diafragma :
Menahan sperma agar tidak
mendapatkan akses mencapai saluran alat reproduksi bagian atas (uterus dan tuba
falopi) dan sebagai alat tempat spermisida.
Manfaat kontrasepsi diafragma :
- Efektif bila digunakan dengan benar
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Tidak mengganggu hubungan seksual karena telah terpasang sampai 6 jam sebelumnya
- Tidak mengganggu kesehatan klien
- Tidak mengganggu kesehatan sistemik
c. Spermisida
Spermisida adalah bahan kimia
(biasanya non oksinol-9) digunakan untuk menon-aktifkan atau membunuh sperma.
Jenis kontrasepsi spermasida :
a) Aerosol
b) Tablet
vaginal, suppositoria, atau dissolvablefilm
c) Krim
Cara kerja kontrasepsi
spermisida :
Menyebabkan sel membrane sperma terpecah, memperlambat
pergerakan sperma dan menurunkan kemampuan pembuahan sel telur.
Manfaat kontrasepsi spermisida
:
- Efektif seketika (busa dan krim)
- Tidak mengganggu produksi ASI
- Bisa digunakan sebagai pendukung metode lain
- Tidak mengganggu kesehatan klien
- Tidak mempunyai pengaruh sistemik
- Mudah digunakan
- Meningkatkan lubrikasi selama hubungan seksual
- Tidak perlu resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus
d. KB Suntik
Kontrasepsi suntikan adalah cara untuk mencegah terjadinya kehamilan dengan melalui suntikan hormonal
1. KB Suntik 1
bulan (kombinasi)
Adalah 25 mg Depo medroksiprogestreon
asetat dan 5 mg esestradiol sipionat yang diberikan injeksi I.m sebulan sekali
(Cyclofem). Dan 50 mg roretindron enantat dan 5mg Estradional Valerat yang
diberikan injeksi I.m sebulan sekali.
Keuntungan menggunakan KB
Suntik :
·
Praktis, efektif dan aman dengan
tingkat keberhasilan lebih dari 99%.
·
Tidak membatasi umur
·
Obat KB suntik yang 3 bulan sekali
(Progesteron saja) tidak mempengaruhi ASI dan cocok Untuk ibu menyusui.
Kerugian menggunakan KB Suntik :
- Di bulan-bulan pertama pemakaian terjadi mual,
pendarahan berupa bercak di antara masa
haid, sakit kepala dan nyeri payudara
- Tidak melindungi dari IMS dan HIV AIDS
Indikasi:
- Wanita usia 35 tahun yang merokok aktif
- Wanita usia 35 tahun yang merokok aktif
- Ibu hamil atau diduga hamil
- Pendarahan vaginal tanpa sebab
- Penderita jantung, stroke, lever, darah tinggi
dan kencing manis
- Sedang menyusui kurang dari 6 minggu
- Penderita kanker payudara
2. KB
Suntikan 3 bulan.
Depo Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron
yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral, mempunyai efek progesterone
yang kuat dan sangat efektif. Obat ini termasuk obat depot. Noristerat termasuk
dalam golongan kontrasepsi ini. Mekanisme kerja kontrasepsi ini sama seperti
kontrasepsi hormonal lainnya. Depo-provera sangat cocok untuk program
postpartum oleh karena tidak mengganggu laktasi.
Keuntungan KB suntik 3 bulan
·
Resiko terhadap kesehatan kecil.
·
Tidak berpengaruh pada hubungan
suami istri
·
Tidak di perlukan pemeriksaan dalam
·
Jangka panjang
·
Efek samping sangat kecil
·
Klien tidak perlu menyimpan obat
suntik
Kerugian KB suntik 3 bulan
- Gangguan haid. Siklus haid memendek atau memanjang, perdarahan yang banyak atau sedikit, spotting, tidak haid sama sekali.
- Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu
- Permasalahan berat badan merupakan efek samping tersering
- Terlambatnya kembali kesuburan setelah penghentian pemakaian
- Terjadi perubahan pada lipid serum pada penggunaan jangka panjang
- Pada penggunaan jangka panjang dapat menurunkan densitas tulang
- Pada penggunaan jangka panjang dapat menimbulkan kekeringan pada vagina, menurunkan libido, gangguan emosi, sakit kepala, nervositas, dan jerawat.
e. KB Pil
Pil adalah obat pencegah kehamilan
yang diminum. Pil telah diperkenalkan sejak 1960. Pil diperuntukkan bagi wanita
yang tidak hamil dan menginginkan cara pencegah kehamilan sementara yang paling
efektif bila diminum secara teratur. Minum pil dapat dimulai segera sesudah
terjadinya keguguran, setelah menstruasi, atau pada masa post-partum bagi para
ibu yang tidak menyusui bayinya. Jika seorang ibu ingin menyusui, maka
hendaknya penggunaan pil ditunda sampai 6 bulan sesudah kelahiran anak (atau
selama masih menyusui) dan disarankan menggunakan cara pencegah kehamilan yang
lain.
Program KB di Indonesia mengalami
kemajuan yang cukup pesat dan diakui keberhasilannya di tingkat Internasional.
Hal ini terlihat dari angka kesertaan ber-KB meningkat dari 26% pada tahun
1980, menjadi 50% pada tahun 1991, dan terakhir menjadi 57% pada tahun 1997.
Program KB nasional telah berjalan selama
kurun waktu 4 pelita dengan hasil yang cukup menggembirahan, baik secara
normatif maupun demografis. Berdasarkan hasil – hasil Survey Prevalensi
Indonesia ( SPI ) tahun 1987 ternyata tingkat kelahiran kasar telah menurun
menjadi sekitar 28 –29 / 1000 dan TFR menjadi sekitar 3,4 –3,6. Meskipun
begitu, jika dipandang dari segi islam KB itu hukumnya haram.
Rentang tahun 1800-1900 jumlah
penduduk Indonesia bertambah tiga kali lipatnya. Sedangkan 1900 -2000 terjadi
pertambahan penduduk lima kali lipat dari 40,2 juta orang menjadi 205,8 juta
orang. Selama rentang 1900-2000, progran Keluarga Berencana (KB) berhasil
mencegah kelahiran 80 juta orang. "Tanpa program KB jumlah penduduk hingga
tahun 2000 diprediksi 285 juta orang, "
Jenis-jenis kontrasepsi Pil
1. Pil gabungan atau kombinasi
Tiap pil mengandung dua hormon
sintetis, yaitu hormon estrogen dan progestin. Pil gabungan mengambil manfaat
dari cara kerja kedua hormon yang mencegah kehamilan, dan hampir 100% efektif
bila diminum secara teratur.
Jenis – jenis pil kombinasi:
Jenis – jenis pil kombinasi:
- Monofasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progesterone dalam dosis yang sama, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif.
- Bifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progesterone dalam dua dosis yang berbeda adalah estrogen dan progesteron, dengan 7 tablet tanpa hormone aktif.
- Trifasik : pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone aktif estrogen/progesterone dalam tiga dosis yang berbeda adalah mengandung berbagai dosis progestin. Pada sejumlah jenis obat tertentu, dosis estrogen didalam ke 21 pil aktif bervariasi. Maksud dari variasi ini adalah mempertahankan besarnya dosis pada pasien serendah mungkin selama siklus dengan tingkat kemampuan dalam pencegahan kehamilan yang setara
2.Pil khusus – Progestin (pil mini)
Pil ini mengandung dosis kecil bahan
progestin sintetis dan memiliki sifat pencegah kehamilan, terutama dengan
mengubah mukosa dari leher rahim (merubah sekresi pada leher rahim) sehingga
mempersulit pengangkutan sperma. Selain itu, juga mengubah lingkungan
endometrium (lapisan dalam rahim) sehingga menghambat perletakan telur yang
telah dibuahi.
Kontra indikasi Pemakaian
Pil
Kontrasepsi pil tidak boleh diberikan
pada wanita yang menderita hepatitis, radang pembuluh darah, kanker payudara
atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan jantung, varises, perdarahan
abnormal melalui vagina, kencing manis, pembesaran kelenjar gondok (struma),
penderita sesak napas, eksim, dan migraine (sakit kepala yang berat pada
sebelah kepala).
Efek
Samping Pemakaian Pil
Pemakaian pil dapat menimbulkan efek
samping berupa perdarahan di luar haid, rasa mual, bercak hitam di pipi
(hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur pada liang vagina (candidiasis),
nyeri kepala, dan penambahan berat badan
f. AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim)
AKDR atau IUD (Intra Uterine Device)
bagi banyak kaum wanita merupakan alat kontrasepsi yang terbaik. Alat ini
sangat efektif dan tidak perlu diingat setiap hari seperti halnya pil. Bagi ibu
yang menyusui, AKDR tidak akan mempengaruhi isi, kelancaran ataupun kadar air
susu ibu (ASI). Namun, ada wanita yang ternyata belum dapat menggunakan sarana
kontrasepsi ini. Karena itu, setiap calon pemakai AKDR perlu memperoleh
informasi yang lengkap tentang seluk-beluk alat kontrasepsi ini.
Jenis-jenis AKDR :
1. Copper-T
AKDR berbentuk T, terbuat dari bahan
polyethelen di mana pada bagian vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga halus.
Lilitan kawat tembaga halus ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan)
yang cukup baik.
2. Copper-7
AKDR ini berbentuk angka 7 dengan
maksud untuk memudahkan pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang
vertikal 32 mm dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas
permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus pada
jenis Coper-T.
3. Multi Load
AKDR ini terbuat dari dari plastik
(polyethelene) dengan dua tangan kiri dan kanan berbentuk sayap yang fleksibel.
Panjangnya dari ujung atas ke bawah 3,6 cm. Batangnya diberi gulungan kawat
tembaga dengan luas permukaan 250 mm2 atau 375 mm2 untuk menambah efektivitas.
Ada 3 ukuran multi load, yaitu standar, small (kecil), dan mini.
4. Lippes Loop
AKDR ini terbuat dari bahan
polyethelene, bentuknya seperti spiral atau huruf S bersambung. Untuk meudahkan
kontrol, dipasang benang pada ekornya. Lippes Loop terdiri dari 4 jenis yang
berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya. Tipe A berukuran 25 mm (benang
biru), tipe B 27,5 mm 9 (benang hitam), tipe C berukuran 30 mm (benang kuning),
dan 30 mm (tebal, benang putih) untuk tipe D. Lippes Loop mempunyai angka
kegagalan yang rendah. Keuntungan lain dari pemakaian spiral jenis ini ialah
bila terjadi perforasi jarang menyebabkan luka atau penyumbatan usus, sebab
terbuat dari bahan plastik.
g. Kontrasepsi
Implant
Disebut alat kontrasepsi bawah
kulit, karena dipasang di bawah kulit pada lengan atas, alat kontrasepsi ini
disusupkan di bawah kulit lengan atas sebelah dalam .Bentuknya semacam
tabung-tabung kecil atau pembungkus plastik berongga dan ukurannya sebesar
batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan enam buah kapsul atau
tergantung jenis susuk yang akan dipakai. Di dalamnya berisi zat aktif berupa
hormon. Susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Jadi,
konsep kerjanya menghalangi terjadinya ovulasi dan menghalangi migrasi sperma.
Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun, 3 tahun, dan ada juga yang
diganti setiap tahun.
h. Kontrasepsi
Tubektomi (Sterilisasi pada Wanita).
Tubektomi adalah setiap tindakan
pada kedua saluran telur wanita yang mengakibatkan wanita tersebut tidak akan
mendapatkan keturunan lagi. Sterilisasi bisa dilakukan juga pada pria, yaitu vasektomi.
Dengan demikian, jika salah satu pasangan telah mengalami sterilisasi, maka
tidak diperlukan lagi alat-alat kontrasepsi yang konvensional. Cara kontrasepsi
ini baik sekali, karena kemungkinan untuk menjadi hamil kecil sekali. Faktor
yang paling penting dalam pelaksanaan sterilisasi adalah kesukarelaan dari
akseptor. Dengan demikia, sterilisasi tidak boleh dilakukan kepada wanita yang
belum/tidak menikah, pasangan yang tidak harmonis atau hubungan perkawinan yang
sewaktu-waktu terancam perceraian, dan pasangan yang masih ragu menerima
sterilisasi. Yang harus dijadikan patokan untuk mengambil keputusan untuk
sterilisasi adalah jumlah anak dan usia istri. Misalnya, untuk usia istri 25–30
tahun, jumlah anak yang hidup harus 3 atau lebih.
i.
Kontrasepsi vasektomi
Vasektomi adalah prosedur klinik
untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan jalan melakukan oklusi vasa
deferensia alur transportasi sperma terhambat dan proses fertilisasi tidak
terjadi.
Indikasi kontrasepsi
vasektomi
Vasektomi
merupakan upaya untuk menghenttikan fertilis dimana fungsi reproduksi merupakan
ancaman atau gangguan terhadap kesehatan pria dan pasangannya serta melemahkan
ketahanan dan kualitas keluarga.
Kondisi yang memerlukan perhatian khusus bagi tindakan vasektomi
- Infeksi kulit pada daerah operasi
- Infeksi sistemik yang sangat mengganggu kondisi kesehatan klien
- Hidrokel atau varikokel
- Hernia inguinalis
- Filarisasi(elephantiasis)
- Undesensus testikularis
- Massa intraskotalis
- Anemia berat, gangguan pembekuan darah atau sedang menggunakan antikoaglansia
PENGGUNAAN
KONTRASEPSI MENURUT UMUR
a.
Umur ibu kurang dari 20 tahun:
1) Penggunaan
prioritas kontrasepsi pil oral.
2) Penggunaan
kondom kurang menguntungkan, karena pasangan muda frekuensi bersenggama tinggi
sehingga akan mempunyai kegagalan tinggi.
3) Bagi yang belum
mempunyai anak, AKDR kurang dianjurkan.
4) Umur di
bawah 20 tahun sebaiknya tidak mempunyai anak dulu.
b.
Umur ibu antara 20–30 tahun
1) Merupakan usia yang terbaik untuk
mengandung dan melahirkan.
2) Segera setelah anak pertama lahir,
dianjurkan untuk memakai spiral sebagai
pilihan utama. Pilihan kedua adalah norplant atau pil.
c.
Umur ibu di atas 30 tahun
1) Pilihan utama menggunakan
kontrasepsi spiral atau norplant. Kondom bisa merupakan pilihan kedua.
2) Dalam kondisi darurat, metode mantap
dengan cara operasi (sterlilisasi) dapat dipakai dan relatif lebih baik
dibandingkan dengan spiral, kondom, maupun pil dalam arti mencegah
PENGARUH PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI INDONESIA
Kesehatan meliputi kesehatan lahir, spiritual, dan emosional. Kesehatan lahir tergantung pada ketersediaan pangan, sandang dan papan. Kualitas manusia dipengaruhi oleh pendidikan, kesehatan, dan sosial-ekonomi. Pendidikan dapat secara formal di sekolah dan non formal di keluarga dan masyarakat. Manusia miskin di Indonesia cukup banyak tergantung kriteria mana yang mau di pakai, kriteria BPS, kriteria Bank Dunia atau kriteria yang lain. Dari berbagai kriteria dapat diestimasi jumlah penduduk miskin antara 20- 50 % penduduk Indonesia.
Pemerintah
Indonesia telah berhasil melaksanakan program keluarga berencana sejak tahun
1971, BKKBN sukses sampai tahun 2000.
Sejarah sukses ini diakui oleh seluruh dunia. Sukses paling besar adalah bukan
hanya kenaikan jumlah penduduk yang dapat dikendalikan, tetapi perubahan budaya
dalam menyikapi masalah kualitas hidup keluarga atau kualitas hidup anak, yang
ditandai dengan penurunan tingkat fertilitas dari 5,6 anak pada tahun-tahun
1970-an menjadi 2,4 anak per wanita menjelang tahun 2000, namun jumlah
bayi yang lahir setelah tahun 2000 masih tetap banyak jumlahnya. Tiap tahun
jumlah kelahiran bayi di Indonesia mencapai sekitar 4,5 Sementara itu program kesehatan juga telah
mampu meningkatkan derajat kesehatan penduduk Indonesia yang ditandai dengan
penurunan tingkat kematian bayi dan peningkatan harapan hidup penduduk
Indonesia.
Kejadian
ini menyebabkan terjadinya transisi demografi dalam jangka waktu lama yang
berdampak pada perubahan struktur umur penduduk dan berkurangnya proporsi
anak-anak dibawah usia 15 tahun. Tahun 2000- 2020 ini kita memetik hasil dari kerja keras
BKKBN Jumlah orang yang produktif cukup besar, usia prareproduktif terkontrol
karena angka kelahiran dapat ditekan, sedang usia pasca produktif relatif lebih
kecil. Masa inilah kesempatan paling baik untuk membangun negeri ini.
BAB III
PENUTUP
KB
adalah singkatan dari Keluarga Berencana
Menurut Kamus Besar Bahasa
Indonesia (1997), pengertian dari keluarga berencana adalah Gerakan untuk membentuk keluarga yang sehat
dan sejahtera dengan membatasi kelahiran.Tujuan keluarga berencana sendiri
ialah Meningkatkan kesejahteraan ibu, anak dalam rangka mewujudkan NKKBS (Norma
Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera) yang menjadi dasar terwujudnya masyarakat
yang sejahtera dengan mengendalikan kelahiran sekaligus menjamin terkendalinya
pertambahan penduduk.
Fungsi
di buatnya keluarga berencana ialah untuk Pengkajian dan penyusunan kebijakan
nasional di bidang Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. Sedangkan Manfaat
keluarga berencna ialah untuk menyelamatkan kehidupan perempuan serta
meningkatkan status kesehatan ibu terutama dalam mencegah kehamilan tak
diinginkan, menjarangkan jarak kelahiran mengurangi risiko kematian bayi.
Sasaran utama keluarga berencana ialah
untuk menurunkan rata-rata laju pertumbuhan penduduk di
Indonesia. Ruang Lingkup Program KB Kehamilan,
Bayi,
Kanak-kanak,
Remaja,
PUS,
Pasca PUS,
dan Lansia.
Dengan adanya KB, di buatlah cara
agar kegiatan tersebut dapat terealisasikan di masyarakat dengan mengunakan
alat kontrasepsi. Pada dasarnya prinsip kerja kontrasepsi adalah meniadakan pertemuan antara
sel telur (ovum) dengan sel mani (sperma).
Adapun beberapa
jenis alat kontrasepsi, antara lain , Pil (biasa dan menyusui), Suntikan (1
Bulan dan 3 Bulan) sangat efektif (0,1-0,4 kehamilan per 100 perempuan), Implan
(susuk), AKDR (Alat Kontrasepsi Dalam Rahim), Kondom, dan Tubektomi.
Pemerintah
Indonesia telah berhasil melaksanakan program keluarga berencana sejak tahun
1971, BKKBN sukses sampai tahun 2000.
Tahun 2000- 2020 ini kita memetik hasil dari kerja keras BKKBN Jumlah orang
yang produktif cukup besar, usia prareproduktif terkontrol karena angka kelahiran
dapat ditekan, sedang usia pasca produktif relatif lebih kecil. Masa inilah
kesempatan paling baik untuk membangun negeri ini.
DAFTAR PUSTAKA
Prawirodihardjo, Sarwono. 2005.
Ilmu Kebidanan. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirodihardjo
Sulistyawati, Ari. 2011. Pelayanan
Keluarga Berencana. Jakarta : Salemba Medika
http://www.anneahira.com/keluarga-berencana.htm

Tidak ada komentar:
Posting Komentar